 | Paperback Writer | Feb 8, 2007 |
some of my words about anybody anything everything whatever whenever wherever however whatsoever Pertanyaan yang sudah bukan untuk pertama kalinya dilontarkan...  Tapi saya engga peduli...tetap ingin bertanya Dan tetap mengharapkan jawaban...seculun apapun itu bagi kamu yang menjawab Kalau kamu tahu bahwa kamu akan mati besok... Apa yang akan kamu lakukan hari ini? ... I tilt my head up For the fear to be concealed For the heart to keep beating For the tears to stay from bleeding For the faith to be fervent fully stronger
I walk the rocky road inch by inch Sleeping is what I fear most... Burst of lights is what I seek... Solid ground is what I long for... Unswerving sweet clarity is what I pray for...
For the path that I chose There are no shortcuts in life and love The pain must be felt The heart must be bleed And soon the smile will be ours...
*inspired by two sad love stories in a week*
|  | Drink up! Enjoy the night! |
Di saat liburan Lebaran kemarin, karena minim kegiatan yang memeras otak, jadi punya waktu buat berpikir mengenai beberapa hal. Ingatan ditarik kembali ke 1 tahun yang lalu, di saat saya tenggelam dalam cengkraman "drugs" yang begitu memabukkan. Selama hampir 1 minggu penuh, saya terpaku di depan TV kamar dan menonton serial Grey's Anatomy hampir tanpa henti. Hampir tidak pernah keluar kamar dan hampir tidak berkomunikasi dengan orang lain, tapi sangat bersahabat dengan remote TV & DVD. Tahun ini, keinginan untuk tenggelam dalam drugs itu kembali datang. Ketika pikiran mulai jadi racun dan butuh untuk segera didetoksifikasi, tenggelam dalam film serial adalah obat yang sangat membantu. Bikin kita jadi tidak banyak berpikir tentang hidup kita sendiri, tapi jadi lebih fokus kepada kehidupan para tokoh dengan segala konfliknya yang seringkali berlebihan. Intinya...engga mikir, emosi semu, terisolir dari dunia luar...what a perfect drug. Tapiiiii...saya sadar betul bahwa "obat" lama itu bikin jengkel orang lain, terutama orang-orang terdekat saya karena saya jadi susah diajak ngobrol ataupun ngumpul. Akhirnya saya memutuskan untuk fokus kepada "my new drugs"...mengkristik.  Sebenarnya kegiatan ini sudah saya lakukan dari bulan Juli 2008. Hanya saja baru menyadari bahwa ini adalah "drugs" baru buat saya di saat butuh detoksifikasi itu tadi. Berawal dari keinginan punya kegiatan tangan (karena saya memang hobi pekerjaan tangan alias prakarya) seperti dulu ketika masih kecil, untuk jadi penyeimbang di tengah keriuhan hidup dimana saya bisa fokus diam dan tidak ribet lelarian. Terpilihlah kristik (atau cross-stitching) karena ingat bahwa saya pernah diajarin tante saya ketika kecil. Sekarang ini saya sudah mengerjakan proyek yang kedua (yang niatnya buat hadiah Natal nanti) dan sudah 3/4 jadi. Selama mengerjakan kristikan ini, saya belajar beberapa hal. Satu, kesabaran. Butuh kesabaran untuk mengisi sehelai kain putih menjadi serangkaian gambar bagus berwarna, membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Seringkali tergoda buat main gunting saja kalau ada benang ruwet, tapi akhirnya berhasil menahan diri untuk mencoba membereskannya dulu sebelum dipotong. Seperti juga hidup kita, butuh kesabaran untuk menjalaninya dan menyusunnya. Seringkali kita tergoda untuk mengambil shortcut, atau meninggalkan sesuatu ketika kita merasa ribet, tanpa ada usaha untuk mencoba memperbaikinya dulu. Semuanya berujung masalah uji kesabaran. Kedua, cermat. Butuh kecermatan untuk menghitung kotak demi kotak, supaya tidak salah dalam mengikuti pola yang sudah ada dan menghasilkan gambar yang benar dan proporsional. Kalau kita salah hitung, resikonya adalah kita harus membongkar jahitan yang sudah kita buat dan itu bisa saja merusak bagian lain. Kita pun kudu cermat dalam hidup, supaya tidak salah langkah yang bisa mengakibatkan kita harus membongkar lagi semuanya dan merusak yang sudah terjalin rapi. Ketiga, life is about choices. Ketika terjadi salah hitung, kita punya pilihan...mau membongkar dan mengulangnya lagi, atau kita improve hitungannya. Dua-duanya bisa menyelamatkan si karya tersebut, tinggal berhitung yang mana yang lebih kecil effortnya. Ketika kita membuat kesalahan, pilihan ada di tangan kita apakah kita mau memperbaiki dengan cara membongkar yang sudah kita bangun atau kita menggeser sedikit rencananya untuk mencapai tujuan yang sama. Toh kita sendiri yang tahu "hitungannya" seperti apa. Case by case...we can take different path for different case. Keempat, stabilitas. Kalau melakukan kristik yang benar, kekuatan menarik benang harus sama dari satu jahitan ke jahitan lain. Sehingga seluruh gambar bisa rapih tertata. Semakin kita dewasa, kita juga semakin melatih stabilitas kita bukan? Kelima, for the big picture. Kotak demi kotak dijahit, benang demi benang ditarik, tujuannya cuma satu...untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan gambar yang kita pilih. Hari demi hari dijalani, perbuatan demi perbuatan dilakukan, tujuannya cuma satu. Saya yakin masing-masing orang punya "drugs"-nya sendiri. Buat saya, yang penting adalah obat tersebut bisa men-detoks kita dari racun di dalam diri kita dan kita bisa belajar dari proses detoksifikasi tersebut. Enjoy your drugs! Dalam sebuah "kencan" dengan teman lama, sebuah pertanyaan dilontarkan kepada saya, "Lo bisa sms sambil ngomong engga?" "Bisa" "Tapi elo engga berenti ngomong ama gue dan tetep nge-SMS?" "Iya kalo di HP yang biasa (maksudnya bukan HP dengan keyboard qwerty)" "Gue engga bisa loh" "Oh iya, cowok emang engga ada yang bisa kayak gitu"
Pertanyaan itu terlontar berdasarkan sebuah alasan simple...dia sering diomelin ama cewek gara-gara engga bales SMS dengan alasan lagi meeting. Saya, setelah melewati beberapa pengalaman yang kurang lebih sama, sudah mulai bisa memahami bahwa spesies yang namanya laki-laki itu tidak bisa membagi pikirannya ketika sedang melakukan sebuah kegiatan a.k.a multitasking. Kalo lagi meeting ya meeting, kalo lagi nyetir ya nyetir, kalo lagi SMS ya SMS. Sementara perempuan (dan saya termasuk yang sering melakukannya) bisa nyetir, sambil dandan, sambil ngetik SMS, dalam satu waktu yang bersamaan. Setelah saya berhasil memahami itu, saya sudah mulai bisa menerima keadaan ketika seorang laki-laki baru membalas SMS saya berjam-jam kemudian, hanya karena dia sedang bersama orang lain. Ternyata cara berpikir ini bukan cuma menghemat energi berantem dan jengkel, tapi juga membuat hidup saya jadi lebih ringan. Teman saya bahkan sampai merengek, meminta saya menulis di blog dan memberitahukan kepada semua cewek di dunia tentang hal ini (hehehe).
Pada akhirnya, dua spesies yang namanya laki-laki dan perempuan itu memang berbeda...bukan cuma fisik, tapi sampai ke kebiasaan terkecil apalagi jalan berpikir. Masalah tidak akan pernah selesai apabila kita terus berharap suatu hari dia akan mau melakukan hal yang kita inginkan ataupun sesuai dengan keinginan kita. Kesimpulannya, lakukan segala sesuatu untuk pasangan kita dengan niat untuk membahagiakan dia. Tanpa perlu berharap bahwa dia akan membalas dengan perlakuan yang sama manisnya, apalagi lebih. Kedua, mengatur ekspektasi kita. Kalau teori teman saya..."choose one, take a deep breath and stay there". Karena tidak ada manusia yang sempurna sementara semua manusia menuntut kesempurnaan.
Kalau teori saya..."choose the right one, put a smile on your face and face it". Nampak sama, tapi sedikit beda menurut saya...yang terletak pada kerelaan dalam menjalankannya (kira-kira setuju engga man? hehehe)
Setelah sebulan terus menerus diingatkan sampai akhirnya dipaksa buat mengurusi perpanjangan SIM, pagi ini akhirnya saya berangkat ke daerah Kalibata untuk menghampiri mobil keliling perpanjangan SIM.
Saya cukup kagum dengan perkembangan Mobil Keliling Perpanjangan SIM & STNK ini karena sangat mempermudah dan waktu yang tersita tidak terlalu parah. Hanya dengan 5 langkah saja: 1. Minta formulir ke petugas sambil menyerahkan SIM lama yang asli dan 1 lembar fotokopi KTP 2. Isi formulir seperti contoh yang ditempel di atas beberapa meja kecil dan serahkan kembali kepada petugas 3. Menunggu dipanggil kembali sambil mengisinya dengan kegiatan berguna seperti memperhatikan orang (dan mencegah pikiran supaya tidak "mikir yang engga engga", mengajak ngobrol orang sebelah, main game di HP dsb dsb, karena proses ini yang makan waktu paling lama (bisa mencapai 1-1,5 jam, tergantung pengunjung hari itu) 4. Ketika dipanggil, masuk ke dalam mobil. a. Tes mata ringan (alias cupu) dan tanda tangan b. Data input dan konfirmasi data oleh petugas c. Sidik jari (jempol kiri dan kanan) d. Foto e. Bayar biaya administrasi sebesar Rp 85.000,- f. Keluar lagi dari mobil 5. Lima menit kemudian sudah dipanggil lagi oleh petugas dan...whoala...jadilah sudah SIM saya yang baru
Kalau butuh, bisa SMS ke 1717 atau lihat Pos Kota hal. 2 untuk mendapatkan jadwal dan lokasinya.
Tidak ada calo yang berderet, tidak ada proses tawar-tawaran dengan calo-calo tidak tahu diri itu, tidak ada macet-macetan dan panas-panasan di Daan Mogot...jadi, menunggu 2 jam cukup memuaskan buat saya.
Take time to realize that your warmth is crashing down on in. Take time to realize that I am on your side. Didn't I, didn't I tell you? But I can't spell it out for you. No, it's never gonna be that simple. No, I can't spell it out for you.
If you just realize what I just realized, Then we'd be perfect for each other, And we'll never find another. Just realize what I just realized, We'd never have to wonder, If we missed out on each other now.
Take time to realize, Oh, oh, I'm on your side. Didn't I, didn't I tell you? Take time to realize this all can pass you by. Didn't I tell you? But I can't spell it out for you. No, it's never gonna be that simple. No, I can't spell it out for you.
If you just realize what I just realized, Than we'd be perfect for each other, And we'll never find another. Just realize what I just realized, We'd never have to wonder, If we missed out on each other oh.
It's not the same. No, it's never the same, If you don't feel it too. If you meet me halfway, If you would meet me halfway, It can be the same for you.
If you just realize what I just realized, Than we'd be perfect for each other, And we'll never find another. Just realize what I just realized, We'd never have to wonder...
Just realize what I just realized, If you just realize what I just realized... ooh ooh. Missed out on each other now. Missed out on each other now.
Realize, realize, realize, realize, oh. | Realize | | Coco | | Colbie Coillat | |
Tetes hujan yang mengalir di kaca pesawat Berjalan beriringan... Tetesnya pun yang mengalir di kaca wajahku
Teringat akan sinar cahaya bulan purnama Cantik...membius... Berharap sinarnya mampu hapuskan kekalutan
Pulau itu...kembali hadir dalam hari Kembali timbulkan hasrat untuk kurengkuh Tapi mengapa jembatan tersebut tak juga bisa kupanjat
Lirik kubisikkan kepada angin Untuk sampaikan kepada sang pulau Salahkah...
|  | Dalam rangka merayakan ulang tahun Mbak Vida di tahun 2008, undangan pun bertebaran untuk ber-karaoke nite. Satu aktifitas yang udah lama direncanakan tapi engga kunjung kejadian.
Berbekal beberapa botol selundupan, jadilah kami bersenang-senang di Inul Vizta hehehe.
Lagu andalan: - Kota Tua - Nicky Astria - Dia Milikku - Yovie & Nuno - Like A Virgin - Madonna - Jablay - Titi Kamal - Umbrella - Rihanna dan masih banyak lagu norak lainnya :p
|
Sepertinya musim pernikahan kembali datang. Beberapa undangan sudah hadir dengan manisnya di atas meja saya, dimulai dari pernikahan di malam minggu kemarin. Sebuah pesta pernikahan yang indah, cantik dan menyenangkan...tempat bagus, pengantin yang cakep dan cantik, reuni sma, cocktail party.
Hari Minggu yang cerah, sehari setelah menghadiri pernikahan idaman (saya) itu, saya tercenung menatap sebuah gelas ketika mau membuat secangkir kopi. Sebuah gelas yang membawa saya kembali ke beberapa tahun silam, ketika sebuah janji diukir dan diucap. Saya ingat, cangkir itu saya dapat sebagai merchandise pernikahan salah satu teman dekat saya masa itu...terutama karena masih terukir nama mereka berdua di gelas tersebut.
Sebagai salah seorang banci kawinan, hampir otomatis saya juga jadi pengoleksi merchandise kawinan...mulai dari kipas, pembatas buku, mangkok isi lilin, notebook, pigura sampe gelas dan pengocok kopi. Gara-gara insiden cangkir kopi, saya jadi tergerak ingin menyortir setumpuk merchandise kawinan di lemari itu, kemudian membuat update status...mana yang umur pernikahannya masih berjalan seiring umur merchandisenya dan mana yang merchandisenya lebih awet ketimbang umur pernikahannya sendiri.
Walaupun belum pernah mengalami, saya paham keribetan dalam mempersiapkan sebuah pernikahan, baik secara lahir maupun bathin. Merchandise adalah salah satu hal yang akhir-akhir ini menjadi sorotan massa, seakan-akan merupakan salah satu identitas sang pengantin. Sungguh ironis ketika merchandise tersebut akhirnya justru lebih bisa bertahan hidup ketimbang mahligai sakral itu sendiri. Semua jerih payah demi satu hari yang penuh kenangan kini hanya tersisa pada sebuah gelas berukir, pada sebuah kipas bertuliskan nama, pada sebuah pigura berpesan, pada setumpuk merchandise kawinan lainnya yang bertumpuk di lemari banyak orang, di antaranya saya.
Kini saya hanya bisa tersenyum sedih... Menyadari bahwa sang saksi bisu bisa bertahan lebih lama dari umur janji itu sendiri...
|  | Karena dapat gratisan...yah berangkatlah walaupun cuma bermodal tahu 1 lagu (itupun engga hapal). Tujuan utamanya, mengantarkan anak kecil yang ngefans banget sama Om Jenny. Secara umurnya baru 2 tahun, jadilah dia ternobatkan sebagai penonton termuda malam itu. Pas Jenny berkumandang, pastinya doi ikutan nyanyi sama Om Jenny-nya hehehe.
Set panggung yang simple (mengingatkan akan set panggung The Beatles), lighting yang cukup menarik, performance yang atraktif dan vokalis yang super ganteng membuat saya dan teman-teman cukup menikmati konser ini. Apalagi waktu mereka tiba-tiba membawakan I'm Looking Through You-nya The Beatles. Otomatis kami bersorak dan langsung jadi perhatian penonton yang lain karena sepertinya cuma kami yang tahu dan ngerti lagu ini hehehe (yah angkatan...mau gimana lagi).
Now you say you won't Then you say you will
|
|  | Setelah ribet-ribet voting tempat di FB, akhirnya diputuskan untuk bertemu di Birdcage Panglima Polim pada tanggal 23 Mei 2008.
Masih di parkiran saja suara mereka sudah terdengar, padahal duduknya di lantai atas. Bertemu muka-muka lama yang sebagian besar masih sama lekuk dan bentuknya. Tapi ada beberapa yang harus mengerutkan kening mengingat muka mereka di jaman itu, atau mengingat muka berdasarkan nama-nama yang disebut. Hebatnya, tidak ada satupun yang datang bersama suami/istri dan anak. Jadi semua siap untuk reuni bersama teman-teman :)
Mengulang cerita lama dan (pastinya) kisah kasih yang bisa bikin muka dan kuping jadi merah di tempat hehehe. Menyenangkan...seru...
Thanks to Fitri who had initiate the reunion...and (soon) arisan hahahaha
|
Di tahun 2008 ini tema Indonesia adalah Memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional (yang sempat menghabiskan milyaran rupiah tak berguna gara-gara salah menggunakan kata "national" dan "nation" di seluruh materi promosi Visit Indonesia 2008). Baru saja kemarin, 20 Mei 2008 , peringatan besar-besaran dilakukan di Gelanggang Gelora Bung Karno, di tengah maraknya masyarakat yang lagi sesak napas karena kenaikan BBM (walaupun ngakunya sih tidak diambil dari dana APBN). Sedikit nelangsa, karena sudah bulan Mei tapi kampanye Visit Indonesia Year 2008 tidak ada "rasa"nya sama sekali dan peringatan besar-besaran tersebut tidak juga berhasil mengobarkan semangat kebangkitan secara lebih nyata.
Sok tahu? Mungkin.
Pagi ini saya menonton salah satu tayangan yang saya analisa sebagai salah satu dasar ke-sok tahu-an saya. Pertanyaannya adalah seberapa sering anda menggunakan bahasa Inggris yang dicampur dengan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari, dan alasannya. Ternyata hampir 100% orang yang diwawancarai mengatakan tidak apa-apa menggunakan bahasa "indolish", dan termasuk sering menggunakannya dengan alasan: - ada beberapa istilah yang sulit diungkapkan dengan bahasa Indonesia (seperti juga alasan hampir 90% orang yang tinggal di Jakarta) - kebiasaan karena pekerjaan yang banyak melibatkan bahasa Inggris (seperti juga halnya saya dengan bos saya yang berasal dari negara berpenduduk terpadat kedua di dunia) - kan sudah mendekati pasar bebas, jadi harus membiasakan diri (hhhmmm...daripada pakai indolish, mendingan sekalian les bahasa inggris aja gimana?)
Yang cukup membuat saya (secara pribadi) tersenyum sedih adalah ketika menurut mereka penggunaan indolish ini tidak mengurangi nasionalisme diri, karena nasionalisme bisa saja ditunjukkan melalui hal-hal lain. Masalahnya, kita sudah menunjukkan nasionalisme kita di hal lain itu atau belum? Wong di Jakarta lebih banyak yang tahu soal final American Idol kok ketimbang Tim Uber Indonesia masuk final.
Lagipula, kalau bahasa tidak dianggap sebagai salah satu elemen nasionalisme, mungkin kita sama-sama perlu diingatkan kepada Soempah Pemoeda di tahun 1928 yang boenyinya:
- PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
- KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
- KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Tidak ada pembelaan diri dari saya, secara saya pun termasuk orang yang sometimes masih suka hard to find the right word dan menggunakan english in daily conversation. Tapi untuk mengingatkan dan melatih diri, saya punduhkan tulisan ini. NB: Gambar diambil dari sebuah blog yang juga menulis tentang penulisan bahasa Inggris dan Indonesia di blog  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
"So what's wrong with the Blueberry Pie?" "There's nothing wrong with the Blueberry Pie, just people make other choices. You can't blame the Blueberry Pie, it's just... no one wants it."
Buat saya, yang menarik dari film ini ada 3 hal: 1. Quote-quote dashyat dalam dialog film 2. Analogi-analogi yang digunakan dalam film, terutama datang dari tokoh Jeremy (Jude Law) 3. Treatment Wong Kar Wai dengan warna-warna dan angle-anglenya yang memberikan suguhan berbeda buat mata
Dibintangi Jude Law, Norah Jones, Natalie Portman dan Rachel Weisz, film ini mengisahkan beberapa kasus kehidupan. Berawal dari interaksi Elizabeth (Norah Jones) dengan Jeremy (Jude Law) dan menemukan bahwa pacar Lizzie selingkuh. Karena kesepian, Lizzie jadi sering nongkrong di cafe-nya Jeremy dan "bertemu"lah dia dengan filosofi blueberry and crazy for a piece of it every night.
Demi mengobati dirinya, Lizzie melanglang ke kota-kota lain. Selama petualangannya itu, Lizzie berkali-kali "dipaksa" menjadi penonton bagi drama kehidupan orang lain yang lebih ruwet daripada kisah yang ditinggalkannya di New York. Mulai dari janda yang patah hati karena suami yang dibencinya meninggal karena kecelakaan, sampai kepada perempuan muda gila judi yang musuhan sama bapaknya. Akhirnya ia kembali ke New York dan Jeremy...
"It took me nearly a year to get here. It wasn't so hard to cross that street after all, it all depends on who's waiting for you on the other side"
Jude Law...charming as always. Norah Jones...not as bad as I think, but didn't show much emotion. Rachel Weisz...bloody sexy widow. Natalie Portman...a successful daddy's spoiled lil' brat.
 Demam Thomas dan Uber Cup sudah mulai merambah. Mengingat kembali masa kecil, dimana bokap mengumpulkan orang-orang untuk nonton bareng di rumah, dengan suguhan bir, kue kecil dan kacang. Sepanjang pertandingan teriakan-teriakan ekspresif terdengar sampai ke ujung jalan. Kalau pertandingan sudah semakin menegangkan, saya (yang berhati lemah ini hehehe) masuk ke kamar dan mulai mojok sambil berdoa supaya Indonesia diberikan kemenangan.
Nama-nama pahlawan bulutangkis Indonesia jaman dulu mulai sering disebut lagi dalam percakapan-percakapan di sekitar saya. Malah sempat keluar ide dari saya untuk membuat pertandingan persahabatan antara Liem Swie King, Rudy Hartono, Chandra Hadiwinata, Icuk Sugiarto, Ivana Lie, Verawaty Fadjrin, Susi Susanti dan para pemain Cina, Denmark dan Malaysia (yang namanya sudah pada raib dari kepala saya). Bahkan ketika lagi nonton pertandingan Uber Indonesia vs Belanda tadi malam, kami sangat merindukan suara khas Bung Sambas sebagai komentator.
Saking semangatnya, pagi ini saya mulai mengumpulkan jadwal pertandingan perempat final, semifinal dan final, dan juga harga tiket nonton. Sudah mengatur rencana, menelpon Om Dagienk dengan semangat dan meracuni orang-orang supaya ikutan nonton. Eh pulang makan siang, teman kantor saya memberitakan bahwa tiket nonton sudah habis sampai final! Mengecewakan!
Kutatap matanya yang mencari-cari kehidupan Kusentuh jari-jarinya yang mencari milikku Kuhirup harumnya yang bisa membuatku melayang seakan mimpi Kusentuh kulitnya yang bisa membuatku tersengat
Ingin rasanya terus memeluk tubuh ringkihnya Ingin bibir ini membisikkan di telinganya kata penuh cinta Ingin mata ini terus menyaksikan tawa dan senyumnya Ingin rasanya hati ini memilikinya...selamanya
Dedicated to all babies in the whole world. You are the love of the world.
 | Category: | Movies | | Genre: | Classics |
Film ini saya masukkan ke dalam genre klasik, karena menontonnya (bahkan cuma mengingat namanya) sudah membuat saya kembali ke masa klasik saya sebagai manusia hehehe.
Gara-gara sedang berada di daerah Glodok, dan sempat ngobrolin soal kedua film serial ini dalam sebuah percapakan dengan teman-teman, saya tertarik untuk menanyakan soal kedua film ini ke sebuah toko DVD (bajakan pastinya) "Mbak, serial Sia Tiauw Eng Hiong dan Sin Tiaw Hiap Lu ada engga?" "Oh Yoko sama Kwee Ceng ya? Liat aja nih di buku VCD, kalo DVD sih pasti engga ada"
Jadilah saya ulik satu per satu judul film...sampai akhirnya saya menemukannya! Hiburanku di masa kecil, yang bisa bikin saya dan saudara-saudara saya tidak bergeming dari depan TV selama 3 jam! Yang bikin nilai rapotku turun! Yang bikin aku kemimpi-mimpi muka para tokoh jagoan silat itu! Yang bikin saya lupa belajar padahal besok ulangan umum! Yang bikin saya diomelin nyokap gara-gara bangun tidur langsung memutar film itu bahkan sebelum sempat minum segelas air! Yang sudah saya tonton sampai 3 kali! (Ehhmm...sepertinya sudah harus dihentikan, atau akan semakin berlebihan reaksinya. Padahal pas di depan mbak-nya sih tetep kalem)
Lagi mau mempersiapkan mental buat nonton film ini lagi. Siapa tahu sudah jadi tidak sebagus dulu, secara sekarang sudah semakin banyak terkontaminasi oleh film Hollywood yang canggih-canggih itu. Atau mempersiapkan diri buat kurang tidur dan tidak pengen keluar kamar karena kembali ke kebiasaan reli serial. Yang pasti sekarang lagi berdoa, semoga DVD Player saya mau memutar VCD bajakan yang sekedarnya itu.
NB: Setelah keliling dunia maya mencari image yang bagus, akhirnya yang bisa saya temukan cuma image ini. Tapi justru tokoh Cia Pek Thong inilah yang menjadi benang merah kedua film yang tak bisa dipisahkan ini.
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Chinese | | Location: | Kota |
Sehati itu sebenarnya nama Indonesianya. Nama aslinya adalah Siauw A Tjiap. Restoran ini adalah restoran favorit keluarga saya semenjak saya masih kecil. Sudah lama juga tidak menyambanginya, akhirnya weekend kemaren mengajak keluarga buat makan siang di sana (yang kemudian dilanjutkan jalan-jalan di seputaran Glodok).
Menu favorit keluarga saya adalah: 1. Lindung cah (atau bahasa gampangnya...belut goreng yang di-cah pakai sayur. Enaknya setengah mati deh!) 2. Ayam rebus jahe 3. Babat jarit rebus Tiga menu ini yang sudah pasti kami pesan, bahkan sebelum membuka buku menu.
Restoran ini masih old skul bangetlah, baik dari tampilan maupun peralatan makan yang digunakan. Bahkan kita bisa tahu kalau makanan kita dateng, karena ada bel yang berbunyi setiap 1 menu keluar. Secara harga, bisa dibilang lumayan terjangkau (apalagi kalau dibandingkan dengan restoran-restoran chinese food yang ada di mall)
Kalau lagi pengen wisata kuliner yang sedikit berbeda, bolehlah mencoba restoran ini. Kelemahannya cuma satu, parkirnya agak sulit dan harus parkir di kompleks pertokoan Gloria (yang juga penuh sesak). Karena semenjak penertiban parkir liar, sudah tidak boleh parkir di depan restoran.
 Dalam 2 hari terakhir ini, saya banyak mendapat komentar dan pertanyaan dari teman-teman gara-gara status facebook saya yang bertuliskan, "Nana is smiling...inside and out" Bahkan adek saya, yang notabene tidur sekamar, tiba-tiba bertanya di facebook chat apakah saya punya pacar baru karena "smiling inside and out" (maklum...tidur sekamar bukan berarti punya banyak kesempatan buat ketemu dan ngobrol). Padahal kalau boleh mengaku, saat ini kehidupan saya lagi agak mendung dan kelabu (macam lirik lagu tahun 80an lah hehehe).
Buat saya sendiri, menuliskan status seperti itu dengan 3 alasan Pertama, menyadari kelemahan terbesar saya yaitu gampang banget nangis dan merengek terutama dalam hati (kalo di luar mah bisa terus tersenyum manis), status tersebut dimaksudkan buat mengingatkan saya bahwa tersenyum bisa jadi obat penenang dan anti depresan yang ampuh.
Kedua, tersenyum bisa membuat kita lebih tenang dan tidak mudah panik dalam menghadapi segala sesuatu. Akibatnya, bisa membuat orang lain nyaman di dekat kita. Juga bisa membuat seorang perempuan terlihat lebih anggun (ketimbang ketawa cekikikan pecicilan atau ngakak biyayakan hehehe)
Ketiga, tersenyum bisa membantu kita untuk berpikir positif. Hal-hal yang biasanya menbuat kita gelisah, bisa kita kalahkan dengan mencoba membuat hati dan pikiran tersenyum, bukan cuma tersenyum di bibir yang seringkali hanya sekedar topeng dan polesan. Kalau sudah bisa berpikir positif dan tersenyum dalam hati dan pikiran, mudah-mudahan kita akan bisa menghadapi segala sesuatu dengan senyum yang tulus di bibir.
Kalau sudah bisa menjalankan semuanya dengan tulus, kenapa tidak memberi hadiah kepada diri sendiri sebuah senyuman manis. Let's smile inside and out... 
Pagi ini saya (terpaksa) bangun karena desakan 2 hal. Pertama adalah pergerakan jarum jam yang tergantung persis di depan pandangan saya. Kedua adalah bau nasi goreng buatan nyokap yang sudah langsung terasa kualitasnya di lidah.
Selama perjalanan ke kantor menumpang tukang ojek, saya berusaha memilah-milah berbagai jenis bau di kepala saya. Menurut orang bijak, penciuman adalah indera yang tidak bisa berbohong. Jadi buat saya, memilih-milih bau apa yang saya suka adalah proses yang sangat menarik.
1. Bau parfum cowok yang maskulin, yang sudah bercampur dengan bau asap rokok putih. Bisa kangen cuma sama baunya, tapi engga sama orangnya hehehe.
2. Bau tanah dan rumput yang terkena hujan. Bukan klise, tapi emang baunya enak banget dan jarang tercium di kota penuh asap ini.
3. Bau nasi putih yang baru matang. Baunya menyenangkan.
4. Bau kulit bayi, baik yang udah pakai bedak + minyak telon ataupun yang original. Suka menimbulkan kantuk loh kalau menciumnya.
5. Bau baju yang baru habis disetrika. Bau panas campur bau bersih.
6. Bau pohon pandan. Baunya asli dan menyenangkan.
7. Bau gorengan di kala lapar hehehe. Ini sih dengan cepat menyerbu pastinya.
8. Bau khas kulit orang yang kita sayang. Hhhmmm...
9. Bau cookiesnya Famous Amos. Mengingatkan akan masa kecil di Ratu Plaza.
10. Bau pasir dan air laut ketiup angin
Dan masih banyak sederet bau-bau yang menarik. Buat anda...apa bau yang menyenangkan?
 | Anytime At All | |
 | hi, sista.. salam kenal yah... mampir ke butik aku yukkk.. ada tas seken original dari GUESS, NINE WEST, ESPRIT, dll dengan harga murah.. cepetan datang yah.. jangan ketinggalan ..aku tunggu yah... thx
|
 | Holla sis semua... Ini salah satu koleksi WOMEN STUFF Aku ada PARFUM KW SUPER CE/CO Hanya 85ribu Ketahanan wanginya lebih kuat Berani di adu sama KW SUPER di multiply Silahkan check & pilih http://www.freesaler.multiply.com |
 | Hai sis... aku pny koleksi nich.. ada KEMEJA WANITA mulai 45-60ribu ada DRESS CANTIK BALI mulai 40-45ribu ada PARFUM Cewek KW SUPER 85ribu Ada Syal..pasmina..ddl Pokoknya WOMEN STUFF bngt deech.. http://freesaler.multiply.com |
 | Hallo^~Nana,Lam^~kenal... |
 | www.gudangbelanja.com Grosir dan Retail Baju Bayi, Anak-Dewasa branded Sisa Eksport & Import, Mudah, Murah Berkualitas. Transaksi Online Otomatis 24 Jam/Hari & 7 hari/Minggu. Keterangannya lengkap, banyak model, bahannya halus dan lembut. Di jamin gak akan nyesel deh....! Mampir ya ... |
 | Hi numpang sharing info yah. Thanks Mau Tampil Makin Cantik di malam hari? Koleksi pakaian tidur dan pantynya silahkan dipilih di www.produktop.com, harga murah dan terjangkau lho. Lagi ada PROMO BUY 2 GET 1 FREE. Dan GRATIS SENILAI 80 ribu utk Pembelian Envy Slim Suit. Envy Pakaian Pelangsing, Tanpa minum obat pelangsing, diet dan olahraga kita bisa menurunkan berat badan kita 3-6 kg sebulan. Lingkar Perut, Pinggang bisa berkurang 2-3 cm dlm 1 bulan, Menaikan Payudara, Bisa Juga untuk Mengencangkan Otot Ms. V setelah melahirkan. Cocok dan aman juga ibu yang habis melahirkan dan sedang memberikan ASI. Free Ongkos Kirim untuk Jabotabek dan sekitar. Pesan sekarang juga . Hubungi Wina di 0856-906-8818; 021-92770718; 021-6888-6816.
|
| |